Loyalitas dan profesionalisme dalam PT Persipura Papua

Yahukimo FC vs Persipura-3Ketua Umum Persipura Benhur Tommy Mano baru saja mengomentari tak akan memanggil pulang mantan pemain Persipura karena dinilai tidak loyal dan lebih mementingkan diri sendiri ketimbang harga diri.

Kepergian Nelson Alom dan kawan-kawan ke Persebaya maupun Victor Igbonefo dan pemain asing lainyya karena memang Persipura tidak mengontrak pemain berdurasi lama. Hanya setahun saat kompetisi setelah itu putus, padahal kalau mau sebaiknya kontrak jangka panjang agar pemain tetap bertahan.

Kalau pun ada yang hendak keluar, klub Persipura bisa mendapat transfer fee dari nilai kontrak pemain. Misalnya saja sebanyak delapan pemain pindah ke Persebaya termasuk Orvaldo Hay yang jebolan Persipura U21. Mestinya menejemen Persipura harus mendapat transfer fee dari pemain kalau semua diurus secara professional. Alasan Osvaldo Hay ke Persebaya, hanya untuk mencari suasana baru, berbeda dengan Igbonefo. “Money and money,”kata rekan sekamar dengan David Laly yang kini merumput di Liga Malaysia.

Pemain asing yang dibilang produk binaan Persipura adalah Victor Igbonefo datang dari Nigeria dalam usia sangat muda sekitar 19 pada 2004. Bermain bersama Boaz yang waktu itu berusia 18 tahun  sejak 2005. Hasilnya Igbonefo Boaz dan Ian Kabes serta pemain jebolan PON 2004 merebut juara Liga Indonesia saat masih dibesut Rahmad Darmawan. Usai meraih juara liga, coach Rahmad Darmawan bilang kalau disuruh memilih pemain terbaik justru Victor Igbonefo lebih bagus ketimbang  Christian Warobay rekan Boaz di PON 2004 Palembang.

Namun kepindahan pelatih Rahmad Darmawan ke Sriwijaya FC justru Christian Waraobay  yang ikut bersama pelatih Rahmad Darmawan. Sebaliknya Victor Igbonefo bertahan di Persipura sampai 2011 saat mengangkat sumpah menjadi warga negara Indonesia. Pemain bernomor 32 itu akhirnya berlabuh bersama Arema Cronours Malang. Kini Victor bergabung bersama Persib Bandung, setelah merumput di Liga Thailand.

Victor Igbonefo sendiri mengakui kepergiannya dari Persipura hanya dilandasi faktor mencari suasana baru. Ia pun meminta maaf kepada seluruh Persipuramania, manajemen, dan juga rekan-rekannya di Persipura. “Saya juga sudah mengontak Ivakdalam soal kepergian saya,” tutur Igbonefo sebagaimana dilansir goal.com Indonesia

Pemain kelahiran Lagos Nigeria, 10 Oktober 1985 ini, pertama kali memperkuat Persipura sejak 2004 di bawah almarhum pelatih Suharno, dan berjasa mengamankan Persipura dari jurang degradasi. Permainannya mulai meningkat saat Persipura ditangani pelatih Rahmad Darmawan, bahkan membawa Persipura meraih juara Liga Indonesia 2005/06.

Meski tiga kali membawa Persipura juara, tetapi Igbonefo lebih terkesan saat pertama kali menjadi juara pada 2005 karena sambutan masyarakat yang luar biasa.

“Saya terkesan pertama kali datang ke Indonesia dan meraih juara bersama Persipura,” tutur Igbonefo. Bagi dia, Persipura dan kota Jayapura adalah rumah kedua baginya sehingga sulit untuk dilupakan.

 

Persipura lisensi AFC

BHPIAXOCEAAd9GO

Alasan pemain pindah klub sudah pasti ada dua unsur pertama ada mencari suasana baru dan kedua jelas nilai kontrak. Perkembangan sepak bola professional telah merobah segalanya, tak mungkin semua pemain Persipura bisa menjadi ASN pemerintah Kota Jayapura maupun provinsi Papua.

Minimal kelola PT Persipura Papua sebagai asset sehingga ada manfaat social bagi masyarakat maupun pemain mulai dari kontrak pemain sampai membuka lapangan kerja.  Persipura baru saja mendapat surat dari lisensi klub standar AFC.

Hal ini termuat dalam surat Club Licensi Committee (CLC) PSSI per tanggal 15 Oktober 2018, tujuh klub tersebut di antaranya Persija Jakarta, Persib Bandung, Arema FC, Bali United, Borneo FC, Bhayangkara FC, dan Persipura Jayapura. Tujuh kontestan Liga1 2018  Indonesia mendapat lisensi klub profesional dari induk organisasi sepak bola tertinggi di Asia, AFC.

Seperti dalam surat Club Licensi Committee (CLC) PSSI per tanggal 15 Oktober 2018, tujuh klub tersebut di antaranya Persija Jakarta, Persib Bandung, Arema FC, Bali United, Borneo FC, Bhayangkara FC, dan Persipura Jayapura.

Lisensi klub profesional dengan standar AFC tersebut penting bagi klub sepak bola yang ingin berpartisipasi di kompetisi level Asia. Untuk mendapatkan lisensi, AFC sudah menetapkan lima aspek penilaian yang harus menjadi standar klub. Kelima aspek tersebut yaitu legalitas, finansial, infrastruktur, administrasi, dan pembinaan usia dini, serta sumber daya manusia.

Apa itu CLR?

Club Licensing Regulation (CLR) adalah dasar-dasar persyaratan klub untuk menjadi klub profesional agar bisa berlaga di kompetisi nasional, regional, dan internasional. Oleh FIFA, CLR ini sudah disetujui pada 2004, lalu diadopsi Komisi Eksekutif pada 2007 dan resmi berlaku 1 Januari 2008.

Apa saja persyaratannya?

Ada persyaratan minimal agar suatu klub sepak bola bisa berkompetisi di kompetisi nasional atau regional. Persyaratan ini dibagi menjadi lima kriteria, yaitu:

  • Kriteria Olahraga: Klub harus punya program pembinaan pemain muda, setidaknya ada satu tim untuk pemain usia 15-21 tahun dan 10-14 tahun. Dengan ini, selalu ada regenerasi bagi klub dan tentunya tim nasional. Lewat program pembinaan usia dini yang berkualitas, klub tidak akan kekurangan pemain dan tentunya tim nasional juga diuntungkan dengan pembinaan usia dini di klub-klub ini. Selain itu, klub akan mendapat kompensasi jika pemain mereka usia di bawah 23 tahun ditransfer ke klub asing.
  •  Kriteria Infrastruktur: Tiap klub harus mempunyai stadion yang memadai dan lengkap yang bisa memberikan kenyamanan bagi penonton dan awak media. Di Indonesia sendiri tidak semua klub punya stadion yang memadai. Persija Jakarta sendiri masih menagih janji Gubernur Anis Basweda yang mau bangun stadion bertaraf internasional menyamai Stadion Manchseter United.
  • Kriteria Personel dan Administrasi: Klub harus mempunyai orang-orang yang profesional di bidangnya dan harus tertib administrasi.
  • Kriteria Hukum: Ini berkaitan dengan status klub sebagai badan hukum dan tentunya tidak ada yang ingin kejadian klub terpecah dan ribut soal status kepemilikan.
  • Kriteria Keuangan: Berkaitan dengan transparansi mengenai keuangan, seperti transfer, pembayaran gaji dan lain sebagainya. Diharapkan jangan sampai ada kejadian klub-klub yang menunggak gaji pemain seperti yang terjadi beberapa tahun sebelumnya.

 

IMG_20180225_132407-480x339

Terlepas dari pro dan kontra soal loyalitas dan professional antara cari uang dan bawah nama tanah Papua. Boleh-boleh  saja demi harga diri. Namun harus diingat bahwa bermain sepak bola sudah berubah dari “nilai persaudaraan menjadi nilai ekonomi” dan industri olahraga.

Ferdinando Fairyo mengutip pernyataan mantan pelatih Persipura mendiang HB Samsi, hargailah pemain lokal Papua karena mereka punya kualitas. Nando berikan contoh bagaimana permainan antara Jack Komboy, Igbonefo dan Bio Pauline. “Sama-sama pemain belakang terbaik tetapi nilai kontrak Komboy hanya bunyi ta sedangkan dua pemain asing yard. Untuk minta tambah saja sulitnya minta ampun karena demi harga diri atau harga ekonomis.

Tahun depan Stadion Papua Bangkit sudah berdiri dengan megah, memiliki  daya tampung sekitar 45 ribu penonton. Lalu bagaimana dengan Stadion Mandala markas Persipura sementara? Usulan yang pernah dikatakan mantan manajer Persipura era 1990 an Spencer Infandi bahwa Persipura pernah menolak mengelola stadion Mandala karena dinilai tak mampu.

Kini saatnya Persipura harus berani tampil mengelola Stadion Mandala sebagai basis utama Persipura. Mulai dari ruang café Persipura, artshop Persipura dan buka ruang bagi komunitas Persipura termasuk kantor PT Persipura Papua. Pasalnya selama ini papan nama Persipura di Gedung Waringin hanya bernama Persipura tanpa adanya PT Persipura Papua.-

Berharap stadion Mandala jadi milik Persipura dan menjadi salah satu asset wisata warga jika melihat wajah pemain asing yang pernah main di Mandala termasuk Nick But eks gelandang Manchester United. Paling tidak peserta PON dari seantero Indonesia akan berkunjung ke Artshop Persipura di Stadion Mandala pada November 2020 sebagai salah satu tujuan wisata Kota Jayapura. (*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s